Lelyedna020's Blog

Lihat, apa yang kamu temukan!

RPP IPS KELAS V MODEL JIGSAW Desember 19, 2009

Filed under: Tugas Kuliah — lelyedna020 @ 4:27 pm

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SD : SDN SURABAYA MAJU
Mata Pelajaran : IPS
Kelas/Smt : V/1
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

STANDAR KOMPETENSI
1. Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah yang berskala nasional pada masa Hindu – Budha dan Islam, keragaman alam dan suku bangsa, serta kegiatan ekonomi di Indonesia

KOMPETENSI DASAR
1.1. Mengenal makna peninggalan-peninggalan sejarah yang berskala nasional dari masa Hindu –Budha dan Islam di Indonesia

INDIKATOR
5. Menyebutkan contoh kerajaan Hindu di Indonesia dan peninggalannya
6. Menyebutkan contoh kerajaan Budha di Indonesia dan peninggalannya
7. Menyebutkan contoh kerajaan Islam di Indonesia dan peninggalannya
8. Mengidentifikasi fungsi/kegunaan peninggalan-peninggalan bersejarah dari masa kerajaan Hindu – Budha dan Islam di Indonesia

TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa dapat menyebutkan contoh kerajaan Hindu di Indonesia dan peninggalannya
2. Siswa dapat menyebutkan contoh kerajaan Budha di Indonesia dan peninggalannya
3. Siswa dapat menyebutkan contoh kerajaan Islam di Indonesia dan peninggalannya
4. Siswa mampu mengidentifikasi fungsi/kegunaan peninggalan-peninggalan bersejarah dari masa kerajaan Hindu – Budha dan Islam di Indonesia

MATERI
PENINGGALAN SEJARAH HINDU BUDHA DAN ISLAM (terlampir)
METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
• Metode : Diskusi kelompok, Tanya jawab
• Model : JIG SAW (Tim Ahli)

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
A. Kegiatan Awal (10 menit)
1. absensi kelas
2. Apersepsi:
• Guru memajang gambar-gambar peninggalan bersejarah di depan kelas
• Siswa mengamati gambar-gambar tersebut
3. Guru menyampaikan pokok-pokok bahasan dan tujuan yang akan dicapai
B. Kegiatan Inti (50 menit)
1. Guru membagi siswa menjadi beberapa tim, setiap tim terdiri dari 3 orang
2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
Siswa 1 : kerajaan Hindu di Indonesia dan peninggalannya serta kegunaannya
Siswa 2 : kerajaan Budha di Indonesia dan peninggalannya serta kegunaannya
Siswa 3 : kerajaan Islam di Indonesia dan peninggalannya serta kegunaannya
3. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
4. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
5. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
C. Kegiatan Akhir (10 menit)
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan tentang materi yang telah mereka pelajari
2. Guru memberi Evaluasi
3. Refleksi tujuan pembelajaran

ALAT DAN SUMBER BELAJAR
• Gambar peninggalan bersejarah Hindu Budha dan Islam (terlampir)
• Bse.depdiknas.go.id
• Tayeb, Muhammad. 2004. Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas 5. Jakarta: Erlangga

PENILAIAN
• Bentuk penilaian: tertulis, penilaian sikap
• Alat penilaian : Lembar Evaluasi (terlampir)
Lembar penilaian sikap (terlampir)

Surabaya, 11 Mei 2009
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas

ABU JALI                                                     LELY EDNA D.
NIP. 130130130                                       NIM. 071644020

MATERI
PENINGGALAN SEJARAH HINDU BUDHA DAN ISLAM
A. Kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia dan peninggalan sejarahnya
1. Kerajaan Kutai
Raja pertama Kerajaan Hindu tertua di Indonesia adalah Kudungga, kemudian digantikan Aswawarman. Raja terkenal dari Kutai adalah Mulawarman. Peninggalan Kerajaan Kutai adalah Prasasti Kutai disebut yupa yang ditemukan di Kalimantan Timur. Prasasti tersebut menceritakan tentang Raja Mulawarman yang baik budi. Peninggalan sejarah dari Kutai yang lain adalah arca-arca yang terbuat dari perunggu dan emas.
2. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Hindu tertua di Jawa ini letaknya di Bogor, Jawa Barat. Rajanya yang terkenal bernama Purnawarman. Peninggalan sejarah berupa tujuh prasasti yang ditulis dalam bahasa Sanskerta menggunakan huruf Pallawa, di antaranya Prasasti Ciaruteun (terdapat jejak telapak kaki Purnawarman), Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Muara Cianten, Prasasti Tugu, Prasasti Pasir Awi, dan Prasasti Lebak. Peninggalan sejarah yang lain adalah irigasi dari Sungai Gomati, arca Wisnu Cibuaya I dan II, dan arca Rajarsi.
3. Kerajaan Kediri
Terletak di tepi sungai Brantas, Jawa Timur, beribu kota di Daha. Kediri mencapai puncak kejayaan pada masa Jayabaya yang terkenal dengan ramalannya. Peninggalan sejarah Kerajaan Kediri, antara lain Prasasti Pandeglang, Prasasti Penumbangan, Prasasti Hantang, Prasasti Talan, Prasasti Jepun, Prasasti Kahyunan, Prasasti Weleri, Prasasti Angin, dan Prasasti Semanding. Selain itu juga ada Kitab Smaradahana, Bharatayudha, Hariwangsa, Gatotkacasraya, dan Sumanasantaka.
4. Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari terletak di Malang, Jawa Timur. Didirikan oleh Ken Arok. Kisah Ken Arok tertulis di dalam Kitab Pararaton. Raja-raja yang pernah berkuasa antara lain Sri Rajasa Sang Amurwahbumi (Ken Arok), Anusapati), Tohjaya, Ranggawuni dan Kertanegara. Singasari mencapai puncak kejayaan pada masa Kertanegara. Peninggalan sejarah Kerajaan Singasari antara lain Candi Singasari (makam Kertanegara), Candi Kidal (makam Anusapati), Candi Jago, Candi Kangenan (makam Ken Arok), dan Candi Katang Lumbang (makam Tohjaya).
5. Kerajaan Majapahit dan Peranan Gajah Mada
Kerajaan Majapahit terletak berpusat di Trowulan, Mojokerto. Didirikan oleh Raden Wijaya tahun 1294. Puncak kejayaan Kerajaan Majapahit adalah semasa Raja Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada yang terkenal dengan sumpah palapanya. Peninggalan sejarah Majapahit berupa karya sastra dan candi. Karya sastra yang dihasilkannya, di antaranya Kitab Negarakertagama (Mpu Prapanca), Kitab Arjunawiwaha (Mpu Kanwa), Kitab Sutasoma (Mpu Tantular). Adapun Candi yang ditinggalkan antara lain Candi Panataran (Blitar), Candi Sumberjati, Candi Sawentar, Candi Tikus di Trowulan, Candi Jabung, Candi Tigawangi, dan Candi Surawana (Kediri).

B. Peninggalan Sejarah Kerajaan Buddha di Indonesia
1. Kerajaan Kaling
Kerajaan Kaling atau Holing terletak di daerah Jawa Tengah. Kerajaan ini diperintah oleh Ratu Simo (Sima) dan rakyat hidup makmur.Peninggalan sejarah berupa prasasti terdapat di Desa Tukmas di kaki gunung Merbabu.
2. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ke-7 dengan raja pertama Sri Jayanegara dan berpusat di Palembang, Sumatera Selatan (Muara Sungai Musi). Sriwijaya mengalami zaman keemasan pada saat diperintah oleh Raja Balaputradewa, Sriwijaya disebut Kerajaan Nusantara pertama. Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim, pusat pendidikan dan penyebaran agama Buddha, dan sebagai pusat perdagangan. Peninggalan sejarah berupa Candi Muara Takus dan bangunan tempat suci Biara Bakal. Ada lima buah prasasti, yaitu Prasasti Kedukan Bukit (605 M ), Prasasti Talang Tuo (684 M), Prasasti Telaga Batu (ketiga prasasti tersebut ditemukan di dekat Palembang), Kota Kapur di Pulau Bangka (686 M), Karang Berahi di Jambi (686 M).

C. Peninggalan Bangunan Bersejarah yang Bercorak Hindu-Buddha
1. Candi Borobudur
Candi Borobudur adalah bangunan bercorak Buddha untuk peringatan Waisak yang dipimpin oleh biksuni dan biksu.. Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga tahun 825 M. Bentuknya ada sepuluh tingkatan yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu, Kamadathu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Letak Candi Borobudur di daerah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur merupakan salah satu kejaiban dunia.
2. Candi Mendut
Candi Mendut merupakan candi Buddha yang didirikan oleh Raja Indra tahun 824 M. Letaknya di sebelah timur Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Di dalam Candi Mendut terdapat tiga patung Buddha, yaitu Cakyamurti yang duduk bersila, Avalokiteswara, dan Maitrya.
3. Candi Kalasan
Berdasarkan Prasasti Kalasan, Candi Kalasan didirikan pada tahun 778 M oleh keluarga Sailendra sebagai bangunan suci Dewi Tara. Dewi Tara adalah istri dari Buddha. Di dalam candi terdapat arca Dewi Tara yang terbuat dari perunggu.
4. Candi Prambanan
Candi Prambanan bercorak Hindu, didirikan oleh Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya. Candi Prambanan terletak di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bentuknya dibagi menjadi tiga halaman yaitu luar, tengah, dan pusat. Candi Prambanan disebut sebagai Candi Roro Jonggrang. Di dalamnta terdapat Candi Siwa, Candi Wisnu, Candi Nandi, Area Ganesha, Area Durga Mahisa Suramardini (Roro Jonggrang), Arca Brahma dan relief cerita Krisna, 224 Candi Perwana kecil berjajar empat deret, yang mengelilingi candi utama.

D. Peninggalan Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia
1. Samudera Pasai
Samudera Pasai terletak di Lhoksumawe, Aceh. Merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia dengan raja pertama Marah Silu yang bergelar Sultan Malik Al-Saleh Masa kejayaan Kerajaan Samudera Pasai adalah pada saat diperintah oleh Sultan Malik At-Tahir II dengan bukti, Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam. Peninggalan sejarah Kerajaan Samudera Pasai adalah mata uang emas dan makam Raja Malik Al-Saleh di Gedong Aceh Utara. Tahun 1510 – 1530, Portugis dating dan menguasai Samudera Pasai. Para pedagang Islam mencari pelabuhan baru yaitu Aceh.
2. Kerajaan Aceh
Kerajaan Aceh terletak Banda Aceh. Berdiri pada abad ke-16 dengan raja pertama Sultan Ali Mughayat Syah (1514 – 1528). Raja terkenal dari Aceh yang membawa ke zaman keemasan adalah Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636). Ia berhasil menaklukkan Johor, Pahang, dan Kedah. Sepeninggal Sultan Iskandar Muda, digantikan Sultan Iskandar Thani. Pujangga terkenal dari Aceh antara lain Hamzah Fausuri, Syamsudin Sumatrani, Nurudin ar Raniri, dan Abdurrouf Singkel. Para ulama inilah yang berhasil menerjemahkan Alquran dalam bahasa Melayu.
3. Kerajaan Demak
Kerajaan Demak terletak di muara Sungai Bintoro, Demak, Jawa Tengah. Berdiri pada abad ke-16 dengan raja pertama Raden Patah. Demak mengalami kejayaan pada masa Sultan Trenggono. Peninggalan sejarah Kerajaan Demak, antara lain Masjid Agung Demak yang didirikan tahun 1478 oleh Walisongo, Tiang masjid, bedug dan kentongan, pintu bledeg atau petir buatan Ki Ageng Selo, tempat duduk raja dan piring Campa 61 buah, pemberian Ibu Raden Patah yaitu Puteri Campa.
4. Kerajaan Banten dan Cirebon
Kerajaan Banten dan Cirebon didirikan oleh Fatahillah. Banten mengalami kejayaan pada masa Sultan Ageng Tirtayasa (1651 – 1680) yang gugur melawan Belanda. Peningalan sejarah Kerajaan Banten dan Cirebon antara lain Masjid Agung Banten, meriam Ki Amok dan gapura sebagai pintu gerbang di Kerajaan Banten.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s