Lelyedna020's Blog

Lihat, apa yang kamu temukan!

HUMAN TRAFFICKING Desember 19, 2009

Filed under: Tugas Kuliah — lelyedna020 @ 4:41 pm

PERDAGANGAN PEREMPUAN DAN ANAK

(HUMAN TRAFFICKING)

Oleh: Lely Edna, dkk

 

A.    Latar Belakang

Isu perdagangan manusia atau trafficking khususnya perempuan dan anak berapa bulan terakhir cukup mendapat soroton di berbagai media massa. Media massa tidak hanya sekedar menyoroti kasus-kasus tersebut saja akan tetapi juga lika- liku tindakan penyelamatan yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap korban serta bagaimana upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut. Kasus- kasus Perdagangan Manusia yang cukup mendapat sorotan media beberapa waktu yang lalu misalnya kasus penjualan tujuh orang perempuan Cianjur yang diperdagangankan sebagai pekerja seks komersil (PSK) ke Pekanbaru, Riau yang berhasil diselamatkan oleh Polres Cianjur beberapa waktu yang lalu.  Upaya lainnya adalah upaya penyelamatan terhadap dua orang perempuan korban perdagangan perempuan yang dibebaskan oleh reporter SCTV dari Tekongnya di Malaysia. Tulisan ini akan mengulas secara singkat mengenai apa itu Perdagangan Manusia khususnya perempuan dan anak itu, bagaimana bentuk, tujuan dan pola perdagangan serta upaya penanggulangannya.

 

B.     Pengertian Human Trafficking

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mendefinisikan trafficking sebagai:

Perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan, atau penerimaan seseorang, dengan ancaman, atau penggunaan kekerasan, atau bentuk-bentuk pemaksaan lain, penculikan, penipuan, kecurangan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, atau memberi atau menerima bayaran atau manfaat untuk memperoleh ijin dari orang yang mempunyai wewenang atas orang lain, untuk tujuan eksploitasi. (Protokol PBB tahun 2000 untuk Mencegah, Menanggulangi dan Menghukum Trafficking terhadap Manusia, khususnya perempuan dan anak-anak; Suplemen Konvensi PBB mengenai Kejahatan Lintas Batas Negara)

C.    Faktor Penyebab Human trafficking

Tidak ada satupun yang merupakan sebab khusus terjadinya trafficking manusia di Indonesia. Trafficking disebabkan oleh keseluruhan hal yang terdiri dari bermacam-macam kondisi serta persoalan yang berbeda-beda. Termasuk kedalamnya adalah:

  • Kurangnya kesadaran:
  • Kemiskinan
  • Keinginan Cepat Kaya
  • Faktor Budaya
  • Kurangnya Pencatatan Kelahiran
  • Korupsi & Lemahnya Penegakan hukum.
  • Kurangnya Pendidikan

D.     Bentuk-bentuk trafficking.

Ada beberapa bentuk trafficking manusia yang terjadi pada perempuan dan anak-anak:

  • Kerja Paksa Seks & Eksploitasi seks – baik di luar negeri maupun di wilayah Indonesia.
    • Pembantu Rumah Tangga (PRT) – baik di luar ataupun di wilayah Indonesia.
    • Bentuk Lain dari Kerja Migran – baik di luar ataupun di wilayah Indonesia.
    • Penari, Penghibur & Pertukaran Budaya – terutama di luar negeri.
    • Pengantin Pesanan – terutama di luar negeri
  • Beberapa Bentuk Buruh/Pekerja Anak – terutama di Indonesia.
  • Trafficking/penjualan Bayi – baik di luar negeri ataupun di Indonesia.

Sasaran yang rentan menjadi korban perdagangan perempuan antara lain:

  • Anak-anak jalanan
  • Orang yang sedang mencari pekerjaan dan tidak mempunyai pengetahuan informasi yang benar mengenai pekerjaan yang akan dipilih
  • Perempuan dan anak di daerah konflik dan yang menjadi pengungsi
  • Perempuan dan anak miskin di kota atau pedesaan
  • Perempuan dan anak yang berada di wilayah perbatasan anatar Negara
  • Perempuan dan anak yang keluarganya terjerat hutang
  • Perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga, korban pemerkosaan

 

F.     Undang-Undang Tentang Trafficking

Berikut ini beberapa peraturan perundang-undangan

  • Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), Pasal 285, 287-298; Pasal 506.
  • UU RI no 7 tahun 1984 (ratifkasi konvensi Penghapusan Segala Bentuk diskriminasi terhadap Perempuan/CEDAW; pasal 2,6,9,11,12,14,15,16).
  • UU RI  no 20/1999 (ratifikasi konvensi  ILO no. 138 tentang Usia minimum yang diperbolehkan bekerja),
  • UU RI no. 1/2000 (ratifikasi  konvensi ILO no 182 tentang Bentuk-bentuk Pekerjaan  Terburuk untuk Anak),
  • UU RI no. 29/1999 (ratifkasi Konvensi untuk Mengeliminasi Diskriminasi Rasial)
  • Keppres No 36/1990 ( ratifikasi Konvensi Hak Anak).

 

G.    Pencegahan Human Trafficking  

Mengatasi permasalahan perdagangan anak tidak hanya melibatkan satu lembaga, akan tetapi harus melibatkan semua pemangku kepentingan yang ada di masyarakat, yaitu instansi-instansi pemerintah, LSM, organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam sebuah kemitraan yang diperkuat oleh peraturan pemerintah, paling tidak keputusan menteri untuk bersama-sama menangani masalah perdagangan anak.

Upaya Masyarakat dalam pencegahan trafficking yakni dengan meminta dukungan ILO, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) melakukan Program Prevention of Child Trafficking for Labor and Sexual Exploitation. Tujuan dari program ini adalah :

  1. Memperbaiki kualitas pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menegah Atas untuk memperluas angka partisipasi anak laki-laki dan anak perempuan di dua kecamatan;
  2. Mendukung keberlanjutan pendidikan dasar untuk anak perempuan setelah lulus sekolah dasar;
  3. Menyediakan pelatihan keterampilan dasar untuk memfasilitasi kenaikan penghasilan;
  4. Menyediakan pelatihan kewirausahaan dan akses ke kredit keuangan untuk memfasilitasi usaha sendiri;
  5. Merubah sikap dan pola fikir keluarga dan masyarakat terhadap trafficking anak.

H.    Hambatan Pemberantasan Trafficking

 

Upaya penanggulangan Perdagangan Manusia khususnya perdagangan perempuan dan anak mengalami berbagai hambatan. Dari berbagai upaya yang telah dilakukan SP selama ini, terdapat 3 (tiga) hal yang merupakan hambatan kunci dalam melakukan upaya tersebut, yaitu antara lain

Budaya masyarakat (culture)

Anggapan bahwa jangan terlibat dengan masalah orang lain terutama yang berhubungan dengan polisi karena akan merugikan diri sendiri, anggapan tidak usah melaporkan masalah yang dialami, dan lain sebagainya. Stereotipe yang ada di masyarkat tersebut  masih mempengaruhi cara berpikir masyarakat dalam melihat persoalan kekerasan perempuan khususnya kekerasan yang dialami korban perdagangan perempuan dan anak.

Kebijakan pemerintah khususnya peraturan perundang-undangan (legal substance)

Belum adanya regulasi yang khusus(UU anti trafficking) mengenai perdagangan perempuan dan anak selain dari Keppres No. 88 Tahun 2002 mengenai  RAN penghapusan perdagangan perempuan dan anak. Ditambah lagi dengan masih kurangnya pemahaman tentang perdagangan itu sendiri dan kurangnya sosialisasi RAN anti trafficking tersebut.

Aparat penegak hukum (legal structure) 

Keterbatasan peraturan yang ada (KUHP) dalam menindak pelaku perdagangan perempuan dan anak berdampak pada penegakan hukum bagi korban Penyelesaian beberapa kasus mengalami kesulitan karena seluruh proses perdagangan dari perekrutan hingga korban bekerja dilihat sebagai proses yang kriminalisasi biasa.

PENUTUP

 

Kesimpulan

Dalam penanganan perdagangan perempuan dan anak ini, diharapkan keterlibatan berbagai pihak di dalamnya mulai dari pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah, kalangan akademisi,  kelompok masyarakat, individu untuk dapat membantu korban perdagangan perempuan dan anak maupun untuk membantu memberikan dukungan dan tekanan terhadap pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang berpihak melindungi korban dan menjerat pelaku perdagangan.

Saran

Yang dapat Anda lakukan jika Anda, Saudara atau teman Anda menjadi korban perdagangan (trafficking) Berikan dukungan secara penuh, dan:

  1. Kumpulkan bukti-bukti dengan mencatat tanggal, tempat kejadian serta ciri-ciri pelaku.
  2. Pilih orang yang dapat dipercaya, keluarga  untuk menceritakan permasalahan yang terjadi. Minta tolong untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib.
  3. Laporkan segera kepada aparat kepolisian terdekat
  4. Minta bantuan / pendampingan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH).
  5. Konsultasikan  kepada  lembaga-lembaga yang menangani masalah perempuan organisasi perempuan, organisasi masyarakat yang memahami pola perdagangan (trafficking).
About these ads
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.